Aku dan takdir Yang Maha Kuasa. Aku dan semua mimpi di masa
lalu. Aku dan kenyataan di masa kini. Aku dan selaksa harapan untuk masa depan.
Aku dan kekasih hati yang menemani. Aku dan 3 calon buah
hati yang telah diambil-Nya kembali. Aku dan silih berganti ujian kesabaran dan
kesyukuran.
Aku dan seorang lelaki yang menyayangiku. Aku dan keluarga
yang mengasihiku. Aku dan kehidupan yang berlukis cerita panjung mnuju tujuan.
Aku dan kesepianku. Aku dan keramaian yang semu. Aku dan
diriku yang bukan aku. Aku yang terjebak dalam situasi tak berkondisi. Aku dan
semua adaptasi.
Aku dan tetangga yang saling mengerti. Aku dan kesibukan
menjadi istri. Aku yang mengalah meski inginku ada di sebuah institusi. Aku yang
haus berbagi ilmu pada murid-muridku.
Aku dan matahari yang saling menemani. Aku dan bulan yang
sudah lama tak bersua. Aku dan pelangi yang entah tak lagi saling mengunjungi. Aku
dan hujan yang juga tak lagi saling menyapa.
Aku dan saudaraku yang kadang tak sepaham. Aku dan iparku
yang kadang tak sehati. Aku dan suamiku yang kadang saling menang sendiri. Aku dan
diriku yang saling menutupi.
Aku dan berbagai pernik bisu di rumah kami. Aku dan beraneka
masakan yang kuciptakan. Aku dan media sebagai tempat melepas rasa. Aku dan
sekian kata-kata yang sebenarnya tak terwakilkan.
Aku dan citaku yang semakin menjauh. Aku dan jenuh dan
menumpuk jadi satu. Aku dan jalan keluar yang belum bertemu. Aku dan keheningan
menjalani selaksa rindu.
Aku dan ceria yang kurang berwarna. Aku dan tangis yang
kusimpan rapi. Aku dan bosan yang kadang kebingungan. Aku dan kehilangan yang
menyesakkan.
Aku dan takdirku. Aku dan Tuhanku. Aku dan waktuku. Aku dan
sukaku. Aku dan laraku. Aku dan segalanya yang sudah sedang dan akan dihadapi.
Aku dan kuatku dan pasrahku dan menerimaku dan menyerahkan
dengan penuh semua yang tak bisa ku jangkau satu demi satu, hanya pada-Mu Sang
Pemegang dan Penenang Kalbu.
Velangi
April, 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar