Melihat-lihat note lama di salah akun jejaring sosial saya. Hmm.. ni salah satu tulisan ketika saya sedang begitu rindu dengan seorang teman. Seperti membuka memory lama ni. Baiklah. Selamat membaca...
:)
Rindu Pelangi
Yulistya Venita (10 Desember 2010)
Seperti badai yg menghempas dedaunan
Seperti angin yg menerbangkan atap-atap yg kokoh
Basah...
Seperti hujan yg mengguyur tiba-tiba
Seperti pagi yang dingin dan berkabut
Panas...
Seperti matahari mendekatkan jaraknya
Seperti api yg membakar rerumputan kering
Ah, tiba-tiba ingin pergi...
Sejauh dan sebisanya...
Mencari tempat aman tuk berlindung
Tuk tenangkan sang bara yg masih bercahaya
Kerikil ini...batu ini...menghadangku juga
Menggores, melukai, menyakiti.
Bisakah aku menggunakan sayapku kini?
Terbang sesuka hati sambil bernyanyi...
Ah, aku lupa...
Sayapku bahkan belum sempurna adanya
Di tengah segala rasa...
Di antara cuaca tak berpihak...
Di atas ragu pd langitku...
Satu hal dari hatiku...
Aku...Rindu Pelangiku.
Sungguh...
Dan tanyaku kini...
Masihkah pelangi untukku?
Masihkah mau berbagi warnanya denganku?
Masihkan tetap indah padaku?
Masihkah??? Bisakah???
Ah, lagi-lagi...
Aku ragu.
Ya...
Meski rinduku...tetap padamu...Pelangiku.
_Ve_
SemanGaaaD!
Everything's gonna be ok, Velangi. Senyuuummm ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar